Seminar Literasi Digital Berkolaborasi Bersama KKN Universitas Hamzanwadi 2025

Mencegah Dampak Negatif Digitalisasi: Ikatan Pemuda Mujahidin dan KKN Universitas Hamzanwadi Gelar Seminar Literasi Digital

Dusun Mujahidin—Laju perkembangan teknologi dan informasi yang masif menuntut kesiapan masyarakat dalam menyaring dan memanfaatkan konten digital secara bijak. Menjawab tantangan tersebut, Ikatan Pemuda Mujahidin (IPM) bekerja sama dengan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi sukses menggelar Seminar Literasi Digital yang berlokasi di halaman Masjid Al-Mujahidin.

Acara yang dilaksanakan pada malam hari ini menarik perhatian puluhan pemuda dan pemudi Dusun Mujahidin. Karena mengundang Pemateri salah satu dosen akademisi langsung dari Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi bernama Abdul Azis S.T. Seminar ini dirancang khusus sebagai upaya preventif dan edukatif agar generasi muda dapat menjadi pengguna internet yang cerdas, produktif, dan aman, sejalan dengan visi program kerja kolaboratif antara pemuda setempat dan mahasiswa KKN.

Inisiasi Kolaboratif untuk Daya Tangkal Digital

Ketua IPM dalam sambutannya mengungkapkan bahwa seminar ini adalah wujud nyata kepedulian pemuda terhadap lingkungan digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. “Kami melihat betapa mudahnya informasi, baik yang benar maupun yang salah, tersebar luas. Kolaborasi dengan KKN Universitas Hamzanwadi ini menjadi jembatan bagi kami untuk mendapatkan ilmu dan strategi yang tepat agar pemuda di sini memiliki daya tangkal terhadap hoaks dan kejahatan siber,” jelasnya.

Tim KKN Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi, yang berperan sebagai fasilitator utama dan pemateri, memaparkan sejumlah topik krusial. Materi seminar berfokus pada empat pilar utama literasi digital, yaitu: keamanan digital, etika digital, budaya digital, dan keterampilan digital.

Pemateri seminar yaitu Abdul Azis S.T, menyampaikan bahwa era digital membawa banyak manfaat, namun juga risiko yang tidak sedikit. “Sebagai mahasiswa teknik, kami berupaya menyederhanakan pemahaman tentang bagaimana cara kerja internet, ancaman phishing, bahaya jejak digital yang abadi, serta etika berkomunikasi yang baik di media sosial. Tujuan kami adalah menciptakan lingkungan digital yang lebih positif di Mujahidin,” terangnya.

Diskusi Interaktif dan Demonstrasi Praktis

Acara berlangsung sangat interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan studi kasus. Melalui proyektor yang dipasang di pelataran masjid, pemateri menunjukkan contoh-contoh praktis bagaimana mengidentifikasi berita bohong (hoax) dan cara memverifikasi sumber informasi. Demonstrasi tentang pengaturan privasi di media sosial juga menjadi sesi yang paling menarik bagi peserta.

Seminar ini menegaskan pentingnya literasi digital tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai keterampilan hidup di abad ke-21. Kolaborasi yang apik antara organisasi kepemudaan lokal dan akademisi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di dusun-dusun lainnya, membangun komunitas yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga bertanggung jawab dalam pemanfaatannya.

Seminar diakhiri dengan komitmen dari para pemuda untuk menjadi agen perubahan digital di lingkungan mereka, menyebarluaskan pengetahuan yang telah mereka peroleh kepada keluarga dan rekan-rekan mereka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *